Asal Mula Wilayah Wonogiri

Nikmatnya Sego tiwul dan indahnya Waduk gajah Mungkur. Seakan begitu melekat dengan sebuah kabupaten kecil yg bernama Wonogiri.
       Suasana yang sejuk dengan terpaan angin musimnya, begitu memikat untuk memanjakan Indra. Benar saja karena Wonogiri adalah sebuah kabupaten yg berwilayah di perbukitan yg termasuk dalam pegunungan seribu, meliputi Gunungkidul (Yogyakarta) dan Pacitan (Jawa Timur)
   Bisa di bilang Wonogiri adalah sebuah daerah yg setrategis karena setiap sudut daerahnya berbatasan langsung dengan kota besar lainnya yg sudah berbeda provinsi.

Di Kota penghasil ketela (Gaplek) tersebut, tak heran jika disana banyak di temui berbagai macam makanan berbahan dasar ketela



Selain olahan pangan dari ketela, disana juga punya suatu makanan khas yg unik dan tak mungkin di temui di tempat lain.
Cabuk, semacam sambal berwarna hitam dengan bahan dasar ampas wijen dan parutan kelapa.
       Rasanya? Ada pedas, Gurih, dan sedikit rasa pahit. Nah gimana tuh rasanya? Ha ha

Sebagai kota yang cukup besar, tentunya memiliki sebuah asal usul/ masa lalu. Karena tanpa masa lalu tidak ada masa yg sekarang ini pastinya

Seperti yg kita ketahui, dahulu wilayah pulau Jawa ini memang masih hutan belantara.
Apalagi Wonogiri sampai sekarang pun masih banyak area perhutanannya.

Sebelum menjadi kota yg dikenal dengan Waduknya itu.
    Pada zaman Babat tanah Jawa Syeh Subakir hendak melakukan penempatan manusia di tanah tersebut (Wonogiri).
    Namun usahanya itu hanyalah berujung pada kegagalan, bahkan ia terus mencobanya sampai beberapa kali. Hingga pada akhirnya ia menyerah

Selepas itu ia pergi meninggalkan tempat itu (Wonogiri) untuk bertapa.



Dalam keadaan bertapa, Syeh Subakir di datangi oleh Batara Ismaya yg menyarankan untuk mendatangkan Manusia dari Suku Keling.
Suku Keling sendiri di ketahui bahwa suku tersebut berasal dari Jawa bagian timur.
      Dan benar saja, Suku Keling itu pun mampu hidup sejahtera di daratan Wonogiri.

Hingga pada masa orde baru, pembangunan waduk Gajah Mungkur dilakukan.
Tepatnya pada tahun 1975 yg selesai tahun 1982.
Pembangunan waduk itu sendiri dilakukan sebagai keperluan irigasi saluran air untuk wilayah pertanian disekitarnya.



Saat itu wilayah kota Wonogiri mulai padat penduduk yg pada akhirnya dilakukan transmigran (bedhol desa).
Sebanyak 60.000 jiwa dari 12.525 KK di pindahkan menuju Sitiung (Sumatra Selatan) dan Rimbo Bujang (Bengkulu)



Wilayah Wonogiri pun menjadi sebuah kabupaten yg begitu sejahtera dengan penduduk yg semakin meningkat saat ini.
      Wonogiri juga menjadi sebuah wilayah yg begitu terkenal berkat adanya sebuah danau buatan tersebut.




Wonderful Wonogiri : "Harmoni Alam dan Ragam"


Data tersebut dikumpulkan dari berbagai hal meliputi dokumentasi,nenek moyang, dan pertimbangan secara pribadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep Rahasia Bakso Wonogiri - Yang Terkenal Di Indonesia Timur